HUJAN

Tak banyak kata yang harus kutuang di sini.

Meski beribu lembar kertas akan habis hanya untuk merangkai kata untuk ini.

Oh Tuhan,,, Sang Maha Penguasa atas segala- galanya.

Hujan, Kau ciptakan untukku dan untuk umat-Mu.

Berkah Illahi, tak terhitung kadarnya.

Berjuta- juta harap selalu berpilin ke langit

Menengadahkan doa- doa hanya untuk-Mu ya Rabb

Ku insan kerdil, di bawah hujan kali ini

Lantunkan doa hanya untuk-Mu

Add comment 8 Februari 2010 titinfly

FEBRUARI, KU DI SINI

Februari, begitu aku menyebutnya.

Hmmmm….begitu  banyak cerita yang sebenarnya ingin kuurai. Tapi terlalu banyak makna yang hanya bisa kuresapi dalam hati ini, hanya sendiri.

Seiring buliran- buliran air hujan turun membasahi muka bumi , serasa mendamaikan hati dan jiwaku ini. Benar ini  adalah anugerah sang Ilahi, untukku, untukmu dan untuk semua. Tuhan memang adil untuk ini.

Ruang dan waktu seolah memisahkannya. Tapi hati, selalu di sini.

Februari , hanya sebuah kata untukku. Di sini selalu menantikannya.

Tetap di sini, tetap membahagia, dan tetap menanti.

Aku bahagia, Februari ku di sini .

Add comment 8 Februari 2010 titinfly

BUTTERFLY

Terinspirasi oleh salah satu lagu favorite saya,  Butterfly by Melly Goeslaw feat Andhika Pratama jadi ingin nulis lagi.

Ini nich syair lagunya. Dijamin suka sama ini lagu.

Ketika waktu mendatangkan cinta

Aku putuskan memilih dirimu

Setitik rasa itu menetes

Dan semakin parah

Bisa ku rasa getar jantungmu

Mencintaiku apa lagi aku

Jadikanlah diriku

Pilihan terakhir hatimu

Butterfly terbanglah tinggi

Setinggi anganku untuk meraihmu

Memeluk batinmu yang sempat kacau

Karna merindu

Butterfly fly away so high As high as hopes I pray

To come and reach for you

Rescuing your soul that previous messed up touching me and you

Jalan ini jauh

Namun kita tempuh

Bagai bumi ini

Hanya milik berdua

Biar ku berlebihan Mendekatimu

Namun ku tunggu

Dalem banget nich lagu.  Seperti ….

Add comment 5 Februari 2010 titinfly

Celengan

Beberapa waktu lalu ketika saya dan teman – teman sekostan makan malam di  base camp kami alias kamar tempat ngumpul, tak sengaja kulihat celengan unik milik mbak kost. Aneh dan kreatif, celengan dari bekas botol kemasan air mineral merek X ( maaf tidak saya sebutkan namanya, dikira ntar promosi hhehe) . Kulihat juga disana, isi celengan yang mayoritas diisi dengan pecahan uang kertas dua ribuan yang baru- baru. Weleh- weleh, nabung saja kok pilih- pilih  pikirku.

Celetuk salah satu adik kost, ” Halah nyelengi wae rong ewunan, kui wonge sing milih duite. Nak aku yo duite sing milih wonge.hehhehe” ( artinya = nabung aja 2 ribuan, itu namanya orangnya yang pilih uangnya. kalau aku, uangnya yang pilih orangnya).  Langsung gerrr penuh canda tawa di dalam kamar itu. Memang ada- ada saja ulah mereka.

“Itu lihat, celengan yang dipojok punya mbak …, malah dari kendi bekas. Isinya,,, lihat”, tambah adik kost. Segera kulihat isi celengan kendi. Ternyata benar, isinya dolar- dolar ( koin- koin rupiah, maksudnya). Wekekkkeke,,, lucu juga nabung di kendi.

” Itu buat nyicil beli spion mobil J ( merek disensor )” ucapnya. Wah pikirku sampai kemana- mana. Mana ada kendi ukuran seperti itu bisa buat beli spion apalagi mobilnya. Kecuali kalau itu koin emas atau koin sebanyak koin milik Prita .

Tapi lumayanlah,,celengan seperti itu. Selain praktis, juga bisa dibobol setiap saat. Apalagi pas akhir bulan. Maklum anak kost, pasti sudah tong pes. Jaid teringat waktu kuliah dulu. Selalu meyisihkan uang receh, trus pas akhir bulan dihitung, hasilnya lumayan, buat makan seminggu. hahhaha.

Kembangkan terus ya budaya menabung.

Add comment 12 Januari 2010 titinfly

Kekuatan Sejati Seorang Wanita

Dalam hidup ini, Allah telah menciptakan alam seisinya dengan sangat sempurna. Semua dirancang dan dikendalikan sesuai dengan tata hukum Sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Penciptaannya berupa keteraturan yang terancang. Bukti dari semua itu adalah diciptakannya segala sesuatu dengan berpasang pasangan.

Allah menciptakan semua berpasang pasangan. Ada baik dan buruk, panjang pendek, tinggi rendah, jauh dekat, dan pria wanita. Semua itu merupakan bukti kesempurnaan. Perbedaan tersebut bukanlah hal untuk membedakan. Perbedaan itu tidak sekedar permainan kata kata belaka. Tapi sebuah hal yang harus difahami. Karena dengan perbedaan itulah segala kebaikan muncul.

Semuannya mempunyai kekuatan yang dahsyat. Pria dan wanita. Tidak sekedar perbedaan kata. Keberadaan keduannya sangat menentukan perkembangan dunia ini. Khususnya wanita. Sosok yang penuh dengan kelembutan dan kasih sayang ini mempunyai potensi dan kekuatan yang begitu besar.

Selama ini keberadaan wanita sangat dikesampingkan sekali. Geraknya tidak pernah dijadikan perhatian. Tapi ketika semua orang mengetahui potensi besarnya, wanita merupan pusat hal yang diperhatikan.

Wanita tidak lain merupakan agen perubah utama. Wanita mempunyai peran penting dalam perubahan dan kemajuan suatu bangsa. Hal ini bertolak belakang dengan berbagai hal yang pernah diperbincangkan.

Di zaman Jahiliyah Arab, mempunyai anak seorang wanita merupakan aib terbesar. Dan untuk menutupinya, sebagian besar seorang bapak akan membunuh hidup hidup anak wanitanya. Tidak terkecuali di kalangan kerajaan. Wanita dipandang sebagai sosok yang nantinya tidak bisa meneruskan tampu kekuasaan kerajaan. Makanya banyak sekali wanita diragukan.

Atau jika dilihat dari segi negatif lain, wanita merupan pemeran utama dalam kerusakan suatu bangsa. Hal ini dilihat dari berbagai cerita yang menggambarkan kekalahan Caesar karena dia tergoda dengan cleopatra. Dan masih banyak lagi cerita dan sample yang lain.

Tapi tidak jika kita melihat dari segi yang sangat realitas. Sebagaimana tadi di atas, wanita merupakan agen yang sangat berperan sekali dalam kemajuan bangsa. Mengapa hal ini bisa terjadi.

Sejenak renungkan, mengapa wanita bisa menjadi ujung tombak dari perubahan. Ya…. Wanita secara langsung atau tidak langsung nantinya adalah seorang ibu. Kehadiran seorang ibu merupakan sebuah syarat mutlak bagi seorang anak.

Peran sebagai ibu inilah yang memposisikan diri wanita sebagai juru perubah. Ibu merupakan media untuk belajar pertama kali bagi sang anak. Setuju atau tidak, seorang bayi pertama kali belajar adalah dengan ibu. Ibu inilah orang pertama kali yang memberikan ilmu yang begitu berharga bagi anak.

Pelajaran pertama adalah tentang ilmu mana yang baik dan buruk. Sebagai madrasah dan sekolah pertama untuk anaknya. Ibu akan mengajarkan mana yang baik dan buruk. Selanjutnya ibu akan mengajarkan berbagai nilai nilai yang sangat berharga. Dari nilai sosial, cultural, agama, dan nilai ilmu pengetahuan yang lain. Dengan berjalannya sebagai madrasah pertama kali inilah, ibu tampil menjadi sosok yang sangat berpengaruh sekali dalam pembentukan generasi masa depan.

Inilah kekuatan utama yang dimiliki seorang ibu. Selama ini kita hanya ribut memperdebatkan tentang hak hak asasi. Hak tentang keterbukaan peran wanita dalam peranan publik. Kita sangat jarang sekali memperbincangkan bagaimana seorang wanita menjadi ibu yang bisa melahirkan sebuah generasi tangguh di masa depan.

Oleh:Adi Dzikrullah Bahri

1. Mahasiswa Institut Pertanian Bogor, Fakultas Kehutanan, Departemen Silvikultur
2. Ketua Departemen Informasi dan Komunikasi Keluarga Fakultas Kehutanan IPB Angkatan 44
3. Ketua Umum Jombang Agristudent Community (JAC IPB)
4. Staf Departemen PPSDM BKIM IPB
5. Staf Departemen Pengkaderan PMII Komisariat IPB
6. Staf Pengajar Program Intensive Studies (PIS Bogor)
7. Founder PetaMasaDepanFoundation
8. Founder Green Consultan

Add comment 30 Desember 2009 titinfly

NILAI DIRI KITA

Pada suatu ketika, di sebuah taman kecil ada seorang kakek. Di dekat kakek tersebut terdapat beberapa anak yang sedang asyik bermain pasir, membentuk lingkaran.

Kakek itu lalu menghampiri mereka, dan berkata: “Siapa diantara kalian yang mau uang Rp. 50.000!!” Semua anak itu terhenti bermain dan serempak mengacungkan tangan sambil memasang muka manis penuh senyum dan harap. Kakek lalu berkata, “Kakek akan memberikan uang ini, setelah kalian semua melihat ini dulu.” Kakek tersebut lalu meremas-remas uang itu hingga lusuh. Di remasnya terus hingga beberapa saat. Ia lalu kembali bertanya “Siapa yang masih mau dengan uang ini lusuh ini?” Anak-anak itu tetap bersemangat mengacungkan tangan. “Tapi,, kalau kakek injak bagaimana? “.

Lalu, kakek itu menjatuhkan uang itu ke pasir dan menginjaknya dengan sepatu. Di pijak dan di tekannya dengan keras uang itu hingga kotor. Beberapa saat, Ia lalu mengambil kembali uang itu. Dan kakek kembali bertanya: “Siapa yang masih mau uang ini?” Tetap saja. Anak-anak itu mengacungkan jari mereka. Bahkan hingga mengundang perhatian setiap orang. Kini hampir semua yang ada di taman itu mengacungkan tangan. :) ***

Sahabat, cerita diatas sangatlah sederhana. Namun kita dapat belajar sesuatu yang sangat berharga dari cerita itu. Apapun yang dilakukan oleh si Kakek, semua anak akan tetap menginginkan uang itu, Kenapa? karena tindakan kakek itu tak akan mengurangi nilai dari uang yang di hadiahkan. Uang itu tetap berharga Rp. 50.000

Sahabat, seringkali, dalam hidup ini, kita merasa lusuh, kotor, tertekan, tidak berarti, terinjak, tak kuasa atas apa yang terjadi pada sekeliling kita, atas segala keputusan yang telah kita ambil, kita merasa rapuh. Kita juga kerap mengeluh atas semua ujian yang di berikan-Nya. Kita seringkali merasa tak berguna, tak berharga di mata orang lain. Kita merasa di sepelekan, di acuhkan dan tak dipedulikan oleh keluarga, teman, bahkan oleh lingkungan kita.

Namun, percayalah, apapun yang terjadi, atau *bakal terjadi*, kita tak akan pernah kehilangan nilai kita di mata Allah. Bagi-Nya, lusuh, kotor, tertekan, ternoda, selalu ada saat untuk ampunan dan maaf. Kita tetap tak ternilai di mata Allah. Nilai dari diri kita, tidak timbul dari apa yang kita sandang, atau dari apa yang kita dapat. Nilai diri kita, akan dinilai dari akhlak dan perangai kita. Tingkah laku kita. seberapapun kita diinjak oleh ketidak adilan, kita akan tetap diperebutkan, kalau kita tetap konsisten menjaga sikap kita. Sahabat, akhlak ialah bunga kehidupan kita. Merupakan seberapa bernilainya manusia. Dengan akhlak, rasa sayang dan senang akan selalu mengikuti kita, dan merupakan modal hidup. Orang yang tidak mempunyai akhlak, meskipun ia berharta, tidak ada nilainya. Meskipun dia cantik, tapi jika sikapnya buruk dan tiada berakhlak, maka kecantikannya tiada berguna baginya. Begitu pula dengan orang yang berpangkat tinggi, tanpa akhlak, dia menjadi orang yang dibenci. Guys, thanks for reading. Hope u r well and please do take care.

Sumber : http://www.resensi.net

Add comment 30 Desember 2009 titinfly

BIJI MOTIVASI

Hanya share artikel yang pernah saya baca di http://www.resensi.net. Semoga bermanfaat.

Di sebuah ladang yang subur, terdapat 2 buah bibit tanaman yang terhampar. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku sangat dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, serta kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.”

Dan bibit yang pertama inipun tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”

Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan memakannya segera.

***

Teman, memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.
Sahabat, tiap pilihan selalu ada resiko yang mengiringinya. Namun jangan sampai ketakutan, keraguan dan kebimbangan, menghentikan langkah kita.

Pesan :  “Bukalah setiap pintu kesempatan yang datang mengetuk, sebab, siapa tahu, pintu itu tak mengetuk dua kali.”  (Hilman, Lupus I)

Add comment 30 Desember 2009 titinfly

Kisah Sepiring Nasi

Masih teringat jelas dalam ingatan ini tentang sebuah kisah dalam  film pendek yang pernah diputar di salah satu televisi swasta. Kisah tentang sebuah keluarga penjual kaca.

Ada salah satu bagian cerita yang cukup menarik bagi saya. Dimana keluarga tersebut  sedang dilanda kesulitan ekonomi, dan suatu ketika makanan mereka tidaklah cukup untuk makan seluruh anggota keluarga. Sebagai seorang kepala keluarga, Ayah mengalah tidak makan malam dan hanya memilih makan singkong rebus hasil kebun rumah mereka. Sedang Ibu sama saja, mengaku sudah kenyang padahal seharian juga belum makan apapun. Sedangkan kedua anak mereka, sedang kelaparan dan sudah tak sabar menunggu menu makan malam ini. Mereka membayangkan makanan yang enak dan pastinya mengenyangkan perut mereka. Walhasil, Ayah dan Ibu mengalah untuk membagikan jatah nasi yang tidak seberapa kepada anak- anak mereka yang lagi dalam masa pertumbuhan.  Tanpa sepengetahuan anak-anak, Ayah dan Ibu tidak makan nasi sedikitpun.

Sungguh cerita yang mengharukan. Mungkin suatu waktu keluarga kita juga pernah mengalaminya.  Tak bisa dibayangkan pengorbanan kedua orang kita. Begitu susahnya mencari rejeki demi kebutuhan sehari- hari, hingga sepiring nasi pun tak bisa kita santap demi menikmati hasil jerih payah atau hanya sebagai  penghapus lapar keluarga. Bersyukur kita sekarang, bisa makan dengan cukup dan masih bisa saling berbagi tanpa mengurangi jatah untuk kita. Semoga Allah selalu melimpahkan  rejeki  pada kita sekeluarga dan semua orang di dunia ini.  AMIEN.

1 comment 21 Desember 2009 titinfly

IBUKU ADALAH IBUKU

Tepat tanggal 22 Desember 2009 besok, akan kita peringati sebagai hari Ibu. Hari yang memang layak diperingati karena mengingat jasa- jasa dan pengorbanan yang tulus dari seorang Ibu terhadap anak- anaknya.

Ibu, aku memang bukan siapa- siapa tanpa Ibu.

Ibu, pelita hidup dalam gelapku.

Ibu,  surya penghangat dinginku.

Ibu, bintang penghias langit malamku.

Ibu,  surga penghapus  dosa-dosaku.

Ibu, hidup dalam matiku.

Ibu, kau telah mengandungku selama sembilan bulan dengan susah payah. Sampai Ibu kerepotan tapi tak pernah mengeluh sedikitpun.

Ibu, kau telah melahirkanku. Nyawapun Ibu taruhkan demi kehidupan baruku.

Ibu, kau telah membesarkanku dan memberikan kehidupan baru untukku. Tak pernah mengeluh dan tulus. Mengenalkanku dari A- Z tentang  dunia yang begitu asing bagiku.

Ibu, biarkanlah di usia senja Ibu, anak-anakmu berbakti dan membahagiakan Ibu. Biar Ibu juga bisa menikmati masa tua Ibu  dengan bahagia, sebahagiaku memiliki Ibu.

Terima kasih Ibu, ku selalu menyayangi dan akan berbakti kepada Ibu.

Love you Mom.

Semoga Allah selalu melindungi Ibu.

Add comment 21 Desember 2009 titinfly

Si Manis

Wah judulnya bikin penasaran aja nich. Eits..eits…. memang bikin penasaran.

Si manis begitu panggilannya. Karena memang dia begitu manis dan memikat hati. Ayo siapakah dia? Heheehh..hanya saya saja yang tahu, siapakah gerangan dirinya. It’s secret. Big secret.

Yah, nggak seru donk kalo ceritanya hanya sampai disini dan bikin penasaran setengah- setengah. Ya nggak? ( jawabannya so pasti , Iya ). Manis, begitulah dia. Sederhana tapi istimewa bagiku. Selalu menjadi sandaran hati. ( berlebihan nggak ya?)

Ya semoga suatu saat nanti, takdir akan mempertemukan kami , di tempat dan pada waktu yang tepat. Amien.

Add comment 20 Oktober 2009 titinfly

Previous Posts

Blogroll

Tulisan Teratas

Halaman

 

Februari 2010
S S R K J S M
« Jan    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Arsip